there's always black behind white

there's always black behind white

Jumat, 12 Desember 2014

Penyangga hidupku

Kurasakan betapa berartinya dia saat aku terpuruk, jatuh dan benar2 lemah..

Aku akui aku benci saat dia lebih memilih memainkan game di hapenya daripda duduk  bercanda denganku...
Akupun membenci suara gitar dan suaranya yg benar2 tidak merdu saat menyanyi...
Aku sangat benci sifatnya yang terkadang tiba2 marah tanpa sebab lalu akan diam tanpa aku tau apa salahku..apa iya salahku..
Dia bahkan tidak mengerti sikapku yg suka marah hanya agar dia mau perhatikan ak sdikit sja dan manjakan aku..bnr2 pria bdoh

Lalu aku berpikir mungkin saja aku memilih jalan yang salah..tapi setelah sekian lama bru kusadari dan sudah terlanjur..apa aku harus berhenti..lalu ak teringat...

Dia ada disna saat aku rapuh melahirkan kedua anak kami..menahan rsa sakit yg kubuat tanpa sedikitpun keluhan kluar dri bibirnya..
Dri matanya aku lihat kesedihan saat aku merasakan sakit..dia tak suka ak kesakitan walopun dia tak berkata satu kata pun..
Selalu mendengar keluhanku walo ak tau kdang2 dia mrsa malas dan sebal..
Tak pernah mengeluh walo aku tak menjalankan tugasku sbagai istri dg baik..jarang memasak, plg kerja malam, tak pernah setrika ataupun cuci baju
Dia membantu menjaga buah hati kmi..kdang stres menghampiri tp tetap sja dia syangi anak kami..
Dia memandikanku..menyuapiku saat ku lemah...

Apalgi yg bs kuminta..rsanya tak ada pria lain yg bs sebaik dia..mungkin ada yg lebih mapan tampan tapi blm tentu ckup tangguh menghadapi tingkahku...

Dia memang tidak sempurna bgitupula aku..kuakhiri smua pemikiran utk BERHENTI itu, kini hanya akan kujalani..jika kadang berat rasanya mungkin ak akan berjalan perlahan..akan kuingat smua ini sebelum ingin berhenti lagi..krna tak ad yang namanya hidup mundur cuma ad gigi mundur..